Total Tayangan Halaman

Sabtu, 23 Oktober 2010

Hubungan Masyarakat dan Kebudayaan

HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

Mengapa masyarakat tak bisa dipisahkan dari kebudayaan??
Untuk menjawab pertanyaan tersebut terlebih dahulu mari kita lihat apa itu definisi dari masyarakat dan kebudayaan itu sendiri secara universal dan sederhana.
1. Masyarakat
Masyarakat adalah sekelompok orang yang tinggal bersama dalam suatu lokasi atau wilayah dan memiliki pemikiran, perasaan, serta aturan yang di taati bersama kemudian menjalin interaksi satu sama lain karena merupakan suatu komunitas yang interdependen (saling ketergantungan satu sama lain).

2. Kebudayaan
Kebudayaan adalah suatu kegiatan manusia yang sering dilakukan dan pada akhirnya menjadi rutinitas kemudian menjadi suatu kesepakatan social yang pada akhirnya diwariskan dan diperagakan secara turun temurun dari generasi ke generasi.
Dari kedua pengertian di atas mengenai masyarakat dan kebudayaan, kita coba menjawab pertanyaan awal yakni mengapa masyarakat tak bisa dipisahkan dari kebudayaan.
Dalam lingkungan masyarakat, tentunya terjalin interaksi antar individu yang satu dengan individu yang lain. Hal itu dikarenakan manusia merupakan makhluk social yang tak bisa hidup tanpa orang lain di sampingnya atau istilahnya adalah interdependen. Dalam peristiwa atau proses interaksi tersebut, muncullah berbagai aktivitas yang beragam dan dapat dikatakan unik karena aktivitas antara masyarakat di suatu tempat dengan tempat lain terdapat perbedaan namun terdapat juga kesamaan.
Contoh :
Kebudayaan masyarakat di Papua (Kaimana) berbeda dengan kebudayaan masyarakat di daerah Jawa (Solo) . Namun di satu sisi terdapat juga kesamaan. Masyarakat di Papua tak mengenal adanya Lebaran Ketupat setelah Lebaran Idul Fitri seperti masyarakat di Jawa yang pelaksanaannya satu minggu setelah lebaran. Namun masyarakat di Papua mengenal aktivitas yang disebut Hadrat di mana aktivitas itu adalah kegiatan mengelilingi kota layaknya pawai dengan menggunakan kendaraan sambil melantunkan takbir pada Lebaran hari ke-2 . Perbedaannya adalah “ritual” yang dilaksanakan, namun ada kesamaan yakni dilakukan setelah Lebaran Idul Fitri.


Beragam aktivitas tersebut kemudian menjadi suatu kebiasaan karena seringkali dilakukan. Dengan demikian, maka aktivitas-aktivitas tersebut pada akhirnya menjadi suatu rutinitas dan bahkan dijadikan sebagai suatu kesepakatan sosial. Dengan begitu maka lahirlah yang namanya kebudayaan.
Jadi, jawaban atas pertanyaan pokok tersebut di atas adalah karena kebudayaan itu lahir dari masyarakat itu sendiri dan merupakan bagian dari masyarakat dalam hal ini kegiatan rutin dari masyarakat sehingga tidak mungkin berpisah. Selain itu, kebudayaan juga merupakan kesepakatan social antara individu saat mereka berinteraksi sehingga masyarakat merasa kebudayaan merupakan produk mereka sendiri dan harus terus dilaksanakan karena menganggap sebagai sesuatu yang sakral.

Sosiologi

1. SETTING SOSIAL / LATAR BELAKANG

1.1. Latar Belakang Munculnya Sosiologi (Secara Umum;Menurut Beberapa Ahli)
Sosiologi berkembang ketika masyarakat menghadapi ancaman terhadap hal yang selama ini dianggap sebagai hal yang memang sudah seharusnya demikian, benar, dan nyata mengalami krisis, maka mulailah orang melakukan renungan sosiologis (Berger dan Berger). Laeyendecker menghubungkan kelahiran sosiologi dengan serangkaian perubahan berjangka panjang yang melanda Eropa Barat seperti :
 Tumbuhnya kapitalisme pada akhir abad ke-15,
 Perubahan di bidang social politik,
 Perubahan berkaitan dengan reformasi Marthin Luther,
 Meningkatnya individualism,
 Lahirnya ilmu pengetahuan modern,
 Berkembangnya kepercayaan pada diri sendiri, serta
 Revolusi industry di Inggris dan Revolusi Prancis.
Menurut pandangan Ritzer, ada beberapa kekuatan social yang mendorong pertumbuhan sosiologi. Kekuatan yang dijabarkan Ritzer dalam bukunya ialah :
 Revolusi politik,
 Revolusi industry di Inggris dan munculnya kapitalisme,
 Munculnya sosialisme,
 Urbanisasi,
 Perubahan keagamaan, dan
 Pertumbuhan ilmu.
Jika kita memperhatikan dan membandingkan secara seksama pandangan menurut Laeyendecker dan Ritzer, nampak beberapa kemiripan yang mendorong pertumbuhan ilmu sosiologi. Berbagai perubahan social yang dijabarkan keduanya inilah yang merupakan ancaman terhadap tatanan social sebagaimana pendapat Berger dan Berger.
Jadi, berlandaskan perspektif para ahli tersebut di atas, saya membuat suatu pandangan versi saya pribadi mengenai latar belakang lahirnya sosiologi. Menurut saya lahirnya ilmu sosiologi adalah karena pada saat itu masyarakat mengalami krisis mengenai hal yang mereka anggap sudah wajar pada hakekatnya dan didukung pula oleh adanya beberapa perubahan jangka panjang dan kekuatan social yang kurang lebih terdapat beberapa kemiripan antara keduanya (perubahan jangka panjang oleh Laeyendecker dan kekuatan social oleh Ritzer).
1
2.2. Setting Sosial Sosiologi Menurut Auguste Comte
Auguste Comte dikenal sebagai Bapak Sosiologi karena dia yang pertama kali menggunakan istilah sosiologi. Kata sosiologi ia ambil dari kata Romawi socius yang berarti masyarakat dan kata Yunani logos yang berarti ilmu. Jadi secara sederhana makna dari sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat. Dalam bukunya Course de Philosophie Positive Comte mengutarakan gagasannya mengenai “hukum kemajuan manusia” atau “hukum tiga jenjang” yang menjelaskan bahwa sejarah manusia akan melewati tiga jenjang yang mendaki. Ilustrasinya sebagai berikut :





• Pada jenjang teologi, manusia mencoba menjelaskan gejala di sekitarnya dengan mengacu pada hal yang bersifat adikodrati.
• Pada jenjang metafisika, manusia mengacu pada kekuatan metafisik / abstrak.
• Pada jenjang positif, penjelasan gejala alam maupun social dilakukan dengan mengacu pada deskripsi ilmiah—didasarkan pada hokum ilmiah.
Selanjutnya Comte dianggap sebagai perintis positivisme karena memperkenalkan metode positif dengan ciri bahwa objek yang dikaji harus berupa fakta, dan bahwa kajian harus bermanfaat serta mengarah ke kepastian dan kecermatan. Untuk melakukan kajian, ada beberapa sarana yang menurut Comte dapat digunakan yaitu :
1. Pengamatan
2. Perbandingan
3. Eksperiman
4. Metode histeris
Comte berpandangan sosiologi harus menggunakan metode positif karena sosiologi harus merupakan ilmu yang sama ilmiahnya dengan ilmu pengetahuan alam yang mendahuluinya. Jika kajian sosiologi tidak menggunakan metode pengamatan, perbandingan, eksperimen, ataupun histeris maka sosiologi bukan merupakan kajian ilmiah namun hanyalah renungan / khayalan belaka.

2
Juga menurut Comte, Sosiologi adalah “ratu ilmu-ilmu sosial” karena dalam bayangannya mengenai hirarki ilmu, sosiologi menempati kedudukan teratas seperti ilustrasi berikut :





Selain itu, Comte juga membagi sosiologi ke dalam dua bagian besar yakni :
1. Statika Sosial (Social Statics)
Kajian terhadap tatanan social. Mewakili stabilitas.

2. Dinamika Sosial (Social Dynamics)
Kajian terhadap kemajuan dan perubahan social. Mewakili perubahan.
Dengan memakai analogi dari biologi, Comte menyatakan bahwa hubungan antara statika social dan dinamika social dapat disamakan dengan hubungan antara anatomi dan fisiologi. Dalam literature masa kini, klasifikasi Comte masih tetap relevan. Kita senantiasa menjumpai ahli sosiologi yang mempelajari social statics, melakukan kajian terhadap tatanan social seperti misalnya kajian terhadap struktur social suatu masyarakat, institusi di dalamnya, hubungan antara satu institusi dengan institusi lain, fungsi masing-masing institusi dan sebagainya. Namun, adapula ahli sosiologi yang memusatkan perhatian pada dynamics social, mengkaji perubahan social seperti misalnya perubahan social yang melanda Negara baru setelah berakhirnya perang dunia II, arah perubahannya, dampaknya dan sebagainya.
2. RUANG LINGKUP SOSIOLOGI

2.1. Definisi Sosiologi
Kata Sosiologi adalah merupakan sumbangsih sebuah nama oleh Auguste Comte yang sering disebut-sebut sebagai Bapak Sosiologi Internasional. Kata sosiologi merupakan penggabungan dua kata yang diambil dari dua bahasa juga yakni socius (Romawi) dan logos (Yunani). Socius berarti masyarakat dan logos berarti ilmu. Jadi secara sederhana kata sosiologi dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang masyarakat (secara social).

3
Baik itu tentang :
 Sifat
 Perkembangan MASYARAKAT
 Perilaku
Maupun :
 Struktur
 Perubahan SOSIAL
 Interaksi

2.2. Objek Sosiologi
Dalam disiplin ilmu sosiologi, yang menjadi objek pembelajaran adalah manusia itu sendiri. Manusia yang dimaksudkan dalam hal ini adalah manusia yang terkumpul membentuk suatu komunitas yang dikenal dengan istilah masyarakat. Masyarakat di sini dilihat dari sudut hubungan antar manusia dan proses yang muncul dari hubungan antar manusia tersebut. Atau dengan kata lain objek sosiologi adalah interaksi antar manusia dalam masyarakat.
Pola interaksinya seperti ini :
Individu Individu

Kelompok Kelompok
Dan produk yang timbul dari interaksi tersebut adalah nilai, norma, serta kebiasaan yang dianut oleh kelompok atau masyarakat.
2.3. Sifat dan Hakekat Sosiologi
Pada hakekatnya, sosiologi merupakan salah satu cabang ilmu social. Di mana sosiologi adalah ilmu social yang paling pokok dan umum sifatnya dibanding ilmu-ilmu social lainnya karena sosiologi mempelajari gejala umum pada setiap interaksi antar manusia yang bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum. Sosiologi juga merupakan disiplin ilmu yang kategoris dan merupakan pengetahuan yang abstrak, empiris, dan rasional. Untuk masalah perubahan dan pembaharuan, sosiologi menyumbangkan pengertian akan adanya perubahan dan pembaharuan dalam masyarakat.
4
Jadi, apabila dalam masyarakat timbul golongan-golongan atau kelompok-kelompok baru yang memajukan kepentingan-kepentingan baru, maka nila-nilai kebudayaan masyarakat secara keseluruhan akan menunjukkan perubahan-perubahan yang signifikan. Sosiologi menggambarkan bahwa pada masyarakat yang sederhana maupuin yang kompleks senantiasa terdapat kecenderungan untuk timbulnya proses, pengaturan, atau pola-pola pengendalian tertentu yang formal maupun nonformal.
2.4. Kegunaan Sosiologi bagi Ilmu Hubungan Internasional
Ilmu hubungan internasional secara sederhana adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan lintas batas atau wilayah geografis dalam berbagai aspek seperti politik, ekonomi, militer, budaya, sejarah, lingkungan, pendidikan, ideology, dll yang baik aktornya bersifat negara maupun actor non negara dengan focus kajian yang luas. Para aktor baik Negara maupun non Negara dalam hubungan internasional ini tentunya adalah manusia yang mengurus kepentingan masyarakat secara global agar tidak terjadi kesenjangan, dan salah satunya adalah kesenjangan sosial. Ilmu hubungan internasional juga mengkaji segala hal yang menjadi isu global yang berkaitan dengan keamanan dan kesejahteraan bagi kehidupan masyarakat global. Interaksi antar Negara baik itu bilateral maupun multilateral menjadi kajian utama studi hubungan internasional. Studi hubungan internasional berupaya memahami interaksi yang terjadi antar actor Negara maupun non Negara yang telah melampaui batas yurisdiksi nasional Negara tentunya. Dan untuk memahami interaksi yang dapat dikatakan begitu rumit ini karena meliputi wilayah dunia, maka kita memerlukan keterkaitan disiplin ilmu lain untuk dapat dengan mudah mengkajinya. Dan di sini ilmu sosiologi memiliki peranan yang penting dan memang sangat dibutuhkan untuk itu. Karena dalam sosiologi kita mempelajari interaksi antar masyarakat, maka perspektif itulah yang bisa kita gunakan dalam studi hubungan internasional yang juga pada hakekatnya mengkaji interaksi antar masyarakat namun dalam kuota yang lebih besar dan luas ruang lingkupnya. Jadi, kegunaan sosiologi dalam ilmu hubungan internasional sudah merupakan kewajiban yang mutlak dipenuhi mengingat objek kajiannya yang sama yakni interaksi antar masyarakat. Baik interaksi yang dimaksud di sini adalah interaksi antar-individu, individu dengan kelompok, maupun antar-kelompok.
Secara sederhana dapat konsepkan seperti ini : Dalam Sosiologi kita belajar mengenai interaksi antar masyarakat. Dan setelah kita tahu bahwa ada interaksi antar masyarakat. Tentunya kita ingin lebih tahu bahwa atas dasar apa mereka berinteraksi (bisa jadi karena memiliki tujuan yang sama sehingga merasa perlu berinteraksi agar tujuannya bisa tercapai dengan lebih mudah), dengan cara apa mereka berinteraksi, dan bagaimana proses interaksi itu.


5
Apakah interaksi tersebut berjalan dengan baik layaknya syarat terjadinya suatu interaksi semisal ada suatu pancingan lalu timbul feedback dan seterusnya hingga benar-benar terjadi yang namanya interaksi. Sosiologi hanya menjelaskan tentang interaksi seperti itu saja, tidak lebih. Dan dengan mempelajari studi hubungan internasional sebenarnya kita mengembangkan ilmu sosiologi tadi yakni dalam interaksi tadi hal apa yang dikaji karena dalam sosiologi tidak dijelaskan mengenai hal atau materi apa yang dikaji dalam interaksinya. Seperti misalnya mengkaji masalah politik, pendidikan, kebudayaan, militer dll.
Jadi kesimpulannya : Ilmu hubungan internasional merupakan kontinuitas dari sosiologi sebagai pelengkap dalam mengembangkan dan penyempurnaan ilmu sosiologi. Atau dengan kata lain salah satu dasar dari ilmu hubungan internasional adalah sosiologi karena objek pembelajarannya sama yakni masyarakat. Kini jelaslah sudah bahwa kegunaan dari sosiologi dalam ilmu hubungan internasional adalah sebagai dasar kajian. Ibarat kita membuat sebuah kotak, awalnya dengan rangka-rangka terlebih dahulu, kemudian mulai dihubungkan rangka satu dengan yang lain, lalu kita beri bidang sebagai penutup rangka, dan kita desain di mana pintu terletak pada kotak itu. Setelah kotak itu terbentuk dengan apa kita mengisinya. Jadi kotak tersebut ibarat sosiologi dan yang akan mengisi kotak tersebut adalah ilmu hubungan internasional.













6

BAHAN ACUAN
Sunarto, Kamanto. 1993. “Pengantar Sosiologi: Edisi Kedua.” Hlm. 1-4. Jakarta: LP FE-UI.
Budiardjo, Miriam.2009. “Dasar-Dasar Ilmu Politik.” Hlm. 29. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Damayanti, Rizki. 2010. “Pengantar Ilmu Hubungan Internasional.” Hlm. 1-4. Jakarta: greentea.
Steans, Jill & Pettiford, Lloyd. 2009. “Hubungan Internasional: Perspektif dan Tema.” Hlm. 1-7. Diterjemahkan oleh Deasy Silvya Sari dan diedit oleh Eka Adinugraha . Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR.
Ismail, Abizar & Creativani, Kharisma. 2010. “Agenda dan Panduan 2010-2011 Universitas Paramadina.” Hlm. 172. Jakarta: Universitas Paramadina.
Pranawa, Sigit. 2010. Hardcopy: Sosiologi Pertemuan Pertama, 23 September 2010.

















7
DAFTAR ISI
Halaman
Kata Pengantar ……………………………………………………………………………………………………………….. ix
Daftar Isi …………………………………………………………………………………………………………………………. xv
Setting Sosial / Latar Belakang ……………………………………………………………………………………….. 1
Latar Belakang Munculnya Sosiologi (Secara Umum;Menurut Beberapa Ahli) ………………. 1
Setting Sosial Sosiologi Menurut Auguste Comte …………………………………………………………... 2
Ruang Lingkup Sosiologi …………………………………………………………………………………………………. 3
Definisi Sosiologi ……………………………………………………………………………………………………………. 3
Objek Sosiologi ………………………………………………………………………………………………………………. 4
Sifat dan Hakekat Sosiologi ……………………………………………………………………………………………. 4
Kegunaan Sosiologi bagi Ilmu Hubungan Internasional ………………………………………………….. 5
Bahan Acuan ………………………………………………………………………………………………………………….. 7














xv
KATA PENGANTAR
Makalah ini merupakan suatu bentuk perhatian penuh terhadap tugas mata kuliah sosiologi yang diberikan oleh dosen saya Sigit Pranawa, M.Si. dengan berisikan materi mulai dari latar belakang munculnya ilmu sosiologi sampai dengan peranan sosiologi dalam ilmu hubungan internasional.
Mengingat kembali bahwa ini merupakan sebuah tugas yang sangat penting, maka makalah ini ditulis dengan memperhatikan struktur pembuatan makalah pada umumnya dan saya berani menjamin tidak terdapat unsur plagiarism karena semua yang terkandung dalam tulisan saya jelas mengenai sumbernya yang saya cantumkan pada bahan acuan pada halaman terakhir tulisan ini.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT karena atas izin-Nya saya bisa menyelesaikan tulisan ini sebagai tugas awal mata kuliah sosiologi dan kepada rekan-rekan yang telah mendukung saya dalam hal penulisan makalah ini tak lupa saya ucapkan terima kasih pula. Kepada rekan saya asal Timor Leste Walter Soares de Lima saya ucapkan terima kasih atas saran-sarannya.
Tentunya, dalam tulisan saya ini masih terdapat kekurangan-kekurangan yang perlu dibenahi guna mencapai hasil penulisan yang optimal maka saran dan kritik yang membangun dari dosen pembimbing mata kuliah sosiologi bapak Sigit Pranawa, M.Si sangat diharapkan.
Akhir kata, selamat membaca isi tulisan saya ini semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan Anda mengenai sosiologi.

Jakarta, Oktober 2010

Julang aryowiloto











ix

Teori Atom

Perkembangan Teori Atom
1. Teori Atom John Dalton
Pada tahun 1803, John Dalton mengemukakan mengemukakan pendapatnaya tentang atom. Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavosier mennyatakan bahwa “Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi”. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa “Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap”. Dari kedua hukum tersebut Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut:
1. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi
2. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda
3. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen
4. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti pada tolak peluru. Seperti gambar berikut ini:

Kelemahan:
Teori dalton tidak menerangkan hubungan antara larutan senyawa dan daya hantar arus listrik.
2. Teori Atom J. J. Thomson
Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers, maka J.J. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara katode dan anode. Dari hasil percobaan ini, Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron.
Atom merupakan partikel yang bersifat netral, oleh karena elektron bermuatan negatif, maka harus ada partikel lain yang bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif elektron tersebut. Dari penemuannya tersebut, Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom dalton dan mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson. Yang menyatakan bahwa:
“Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron”
Model atomini dapat digambarkan sebagai jambu biji yang sudah dikelupas kulitnya. biji jambu menggambarkan elektron yang tersebar marata dalam bola daging jambu yang pejal, yang pada model atom Thomson dianalogikan sebagai bola positif yang pejal. Model atom Thomson dapat digambarkan sebagai berikut:

Kelemahan:
Kelemahan model atom Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.
3. Teori Atom Rutherford
Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geigerdan Erners Masreden) melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa (λ) terhadap lempeng tipis emas. Sebelumya telah ditemukan adanya partikel alfa, yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus, berdaya tembus besar sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas. Percobaan tersebut sebenarnya bertujuan untuk menguji pendapat Thomson, yakni apakah atom itu betul-betul merupakan bola pejal yang positif yang bila dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau dibelokkan. Dari pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa apabila partikel alfa ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis, maka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut kurang dari 1°), tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu diantara 20.000 partikel alfa akan membelok sudut 90° bahkan lebih.
Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi, diperoleh beberapa kesipulan beberapa berikut:
1. Atom bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua partikel alfa diteruskan
2. Jika lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas, maka didalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif.
3. Partikel tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom, berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan dibelokkan. Bila perbandingan 1:20.000 merupakan perbandingan diameter, maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan.
Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut, Rutherford mengusulkan model atom yang dikenal dengan Model Atom Rutherford yang menyatakan bahwa Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak.
Model atom Rutherford dapat digambarkan sebagai beriukut:

Kelemahan:
Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom.
4. Teori Atom Bohr
ada tahun 1913, pakar fisika Denmark bernama Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom Rutherford melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Percobaannya ini berhasil memberikan gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah disekitar inti atom. Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen melibatkan gabungan antara teori klasik dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck, diungkapkan dengan empat postulat, sebagai berikut:
1. Hanya ada seperangkat orbit tertentu yang diperbolehkan bagi satu elektron dalam atom hidrogen. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak stasioner (menetap) elektron dan merupakan lintasan melingkar disekeliling inti.
2. Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energi elektron tetap sehingga tidak ada energi dalam bentuk radiasi yang dipancarkan maupun diserap.
3. Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain. Pada peralihan ini, sejumlah energi tertentu terlibat, besarnya sesuai dengan persamaan planck, ΔE = hv.
4. Lintasan stasioner yang dibolehkan memilki besaran dengan sifat-sifat tertentu, terutama sifat yang disebut momentum sudut. Besarnya momentum sudut merupakan kelipatan dari h/2∏ atau nh/2∏, dengan n adalah bilangan bulat dan h tetapan planck.
Menurut model atom bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling dalam, semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin tinggi tingkat energinya.

Kelemahan:
Model atom ini tidak bisa menjelaskan spektrum warna dari atom berelektron banyak.
5. Teori Atom Modern
Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger (1926).Sebelum Erwin Schrodinger, seorang ahli dari Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu “Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom”.
Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut orbital. Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger.Erwin Schrodinger memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi.

Persamaan Schrodinger

x,y dan z
Y
m
ђ
E
V = Posisi dalam tiga dimensi
= Fungsi gelombang
= massa
= h/2p dimana h = konstanta plank dan p = 3,14
= Energi total
= Energi potensial
Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut model atom modern atau model atom mekanika kuantum yang berlaku sampai saat ini, seperti terlihat pada gambar berikut ini.
Awan elektron disekitar inti menunjukan tempat kebolehjadian elektron. Orbital menggambarkan tingkat energi elektron. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk sub kulit. Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit.Dengan demikian kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari beberapa orbital. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama.
Ciri khas model atom mekanika gelombang
1. Gerakan elektron memiliki sifat gelombang, sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr, tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom)
2. Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada harga dari ketiga bilangan kuantumnya. (Elektron yang menempati orbital dinyatakan dalam bilangan kuantum tersebut)
3. Posisi elektron sejauh 0,529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu yang pasti, tetapi bolehjadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron.

Bahaya Kolesterol

Bahaya Dari Kolesterol Tinggi

Apakah KOLESTEROL itu ?
Kolesterol adalah suatu zat lemak yang beredar di dalam darah, diproduksi oleh hati dan sangat diperlukan oleh tubuh.
Tetapi kolesterol berlebih akan menimbulkan masalah, terutama pada pembuluh darah jantung dan otak.

Dari manakah KOLESTEROL berasal ?
Setiap orang memiliki kolesterol di dalam darahnya, di mana 80% diproduksi oleh tubuh sendiri dan 20% berasal dari makanan.
Kolesterol yang diproduksi terdiri atas 2 jenis yaitu kolesterol HDL dan kolesterol LDL.
- Kolesterol LDL, adalah kolesterol jahat, yang bila jumlahnya berlebih di dalam darah akan diendapkan pada dinding pembuluh darah membentuk bekuan yang dapat menyumbat pembuluh darah.
- Kolesterol HDL, adalah kolesterol baik, yang mempunyai fungsi membersihkan pembuluh darah dari kolesterol LDL yang berlebihan.
o Kadar kolesterol HDL yang tinggi merupakan suatu tanda yang baik sepanjang kolesterol LDL kurang dari 150 mg/dl.
- Selain itu ada juga Trigliserida.
o Lemak ini terbentuk sebagai hasil dari metabolisme makanan, bukan saja yang berbentuk lemak tetapi juga makanan yang berbentuk karbohidrat dan protein yang berlebihan, yang tidak seluruhnya dibutuhkan sebagai sumber energi.
o Kadar trigliserida ini akan meningkat bila kita mengkonsumsi kalori berlebihan, lebih besar daripada kebutuhan kita.

Mengapa kolesterol darah yang tinggi merupakan masalah ?
Karena kolesterol darah yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan :
- Penyumbatan pada pembuluh darah jantung yang dapat menimbulkan serangan jantung.
- Penyumbatan pada pembuluh darah otak yang dapat menimbulkan serangan stroke.

Apakah trigliserida yang tinggi merupakan masalah ?
Kadar trigliserida yang tinggi akan memperburuk risiko terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah jantung dan otak, jika bersamaan dengan didapatkan kadar kolesterol LDL yang tinggi dan kadar kolesterol HDL yang rendah.

Bagaimana agar kita dapat memantau kadar kolesterol ?
Satu-satunya cara memantau kadar kolesterol dan lemak darah adalah dengan melakukan pemeriksaan contoh darah yang diambil setelah anda melakukan puasa selama satu malam atau 10-12 jam.

Berapakah kadar kolesterol darah yang normal ?
- Kolesterol total < 200 mg/dl.
- Kolesterol HDL 35 – 65 mg/dl.
- Kolesterol LDL < 150 mg/dl.
- Trigliserida < 200 mg/dl.
- Ratio kolesterol total : kolesterol HDL < 5.

Apa yang menyebabkan meningkatkan KOLESTEROL di dalam darah ?
- Faktor genetik.
o Tubuh terlalu banyak memproduksi kolesterol.
o Seperti kita ketahui 80 % dari kolesterol di dalam darah diproduksi oleh tubuh sendiri.
o Ada sebagian orang yang memproduksi kolesterol lebih banyak dibandingkan yang lain.
o Ini disebabkan karena faktor keturunan.
o Pada orang ini meskipun hanya sedikit saja mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol atau lemak jenuh, tetapi tubuh tetap saja memproduksi kolesterol lebih banyak.
- Faktor makanan.
o Dari beberapa faktor makanan, asupan lemak merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan.
o Lemak merupakan bahan makanan yang sangat penting, bila kita tidak makan lemak yang cukup maka tenaga kita akan berkurang, tetapi bila kita makan lemak yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan pembuluh darah.
o Seperti diketahui lemak dalam makanan dapat berasal dari daging-dagingan, tetapi di Indonesia sumber asupan jenis lemak dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
 Lemak jenuh berasal dari daging, minyak kelapa.
 Lemak tidak jenuh terdiri dari : asam lemak omega 3, asam lemak omega 6 dan asam lemak omega 9.
 Penelitian terakhir menunjukkan bahwa :
• Lemak yang berasal dari ikan disebut omega 3 dapat mencegah terjadinya kematian mendadak yang disebabkan oleh penyakit jantung koroner.
• Asam lemak omega 3 dapat menurunkan kadar LDL kolesterol dan meningkatkan kadar HDL kolesterol serta menurunkan risiko terjadinya bekuan dalam pembuluh darah.
• Asam lemak omega 6 yang berasal dari sayuran diduga juga dapat mencegah penyakit jantung koroner.
• Asam lemak omega 9 dikenal sebagai minyak zaitun, juga ditemukan dalam minyak goreng kelapa sawit yang telah mengalami proses khusus.
• Asam lemak omega 9 ini dapat menyebabkan peningkatan kadar HDL kolesterol.
Pada sebagian besar kasus, kolesterol berasal dari makanan yang dimakan yaitu makanan yang mengandung lemak jenuh seperti daging hewan dan minyak kelapa.
Lemak tidak jenuh yang terdapat pada minyak goreng apabila digunakan untuk menggoreng dengan pemanasan yang tinggi akan dapat merubah struktur kimianya sehingga dapat berakibat negatif.








Bagaimana menjaga agar kadar kolesterol darah tetap normal ?
- Mengkonsumsi makanan seimbang sesuai dengan kebutuhan.
o Makanan seimbang adalah makanan yang terdiri dari :
 60 % kalori berasal dari karbohidrat.
 5 % kalori berasal dari protein.
 25 % kalori berasal dari lemak.
 Kalori dari lemak jenuh tidak boleh lebih dari 10 %).
• Kelebihan kalori dapat diakibatkan dari asupan yang berlebih (makan banyak) atau penggunaan energi yang sedikit (kurang aktivitas).
• Kelebihan kalori terutama yang berasal dari karbohidrat dapat menyebabkan peningkatan kadar trigliserida.
• Contoh makanan yang mengandung karbohidrat tinggi yaitu : nasi, kue, snack, mie, roti dsb.
• Contoh makanan yang mengandung protein hewani tinggi yaitu: daging, ikan, udang, putih telur.
• Contoh makanan yang mengandung protein nabati tinggi yaitu : tahu, tempe, kacang kacangan.
- Menurunkan asupan lemak jenuh.
o Lemak jenuh terutama berasal dari minyak kelapa, santan dan semua minyak lain seperti minyak jagung, minyak kedelai yang mendapat pemanasan tinggi atau dipanaskan berulang-ulang.
o Kelebihan lemak jenuh akan menyebabkan peningkatan kadar LDL kolesterol.
o Menjaga agar asupan lemak jenuh tetap baik secara kuantitas maupun kualitas.
o Minyak tidak jenuh terutama didapatkan pada ikan laut serta minyak sayur dan minyak zaitun yang tidak dipanaskan dengan pemanasan tinggi atau tidak dipanaskan secara berulang-ulang.
o Asupan lemak tidak jenuh ini akan dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL, dan mencegah terbentuknya endapan pada pembuluh darah.
- Menurunkan asupan kolesterol.
o Kolesterol terutama banyak ditemukan pada lemak dari hewan, jeroan, kuning telur, serta “seafood” (kecuali ikan).
- Mengkonsumsi lebih banyak serat dalam menu makanan sehari-hari.
o Serat banyak ditemukan pada buah- buahan (misalnya apel, pir yang dimakan dengan kulitnya) dan sayur-sayuran.
o Serat yang dianjurkan adalah sebesar 25 – 40 gr/hari, setara dengan 6 buah apel merah dengan kulit atau 6 mangkuk sayuran.
o Serat berfungsi untuk mengikat lemak yang berasal dari makanan dalam proses pencernaan, sehingga mencegah peningkatan kadar LDL kolesterol.
- Merubah cara memasak.
o Sebaiknya memasak makanan bukan dengan menggoreng tetapi dengan merebus, mengukus atau membakar tanpa minyak atau mentega.
o Minyak goreng dari asam lemak tidak jenuh sebaiknya bukan digunakan untuk menggoreng tetapi digunakan untuk minyak salad, sehingga mempunyai efek positif terhadap peningkatan kadar HDL kolesterol maupun pencegahan terjadinya endapan pada pembuluh darah.




- Melakukan aktifitas fisik dengan teratur.
o Dianjurkan untuk melakukan olah raga yang bersifat aerobik (jalan cepat, lari-lari kecil, sepeda, renang dll.) secara teratur 3 – 5 kali setiap minggu, selama 30 – 60 menit/hari, dengan nadi selama melakukan olah raga sebesar 70 – 80 % (220 – umur).
o Olah raga yang teratur akan membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL.
o Bila melakukan olah raga jalan, lari-lari kecil sebaiknya menggunakan sepatu olah raga yang sesuai untuk mencegah cedera sendi.

Analisis Unsur Intrinsik Novel Darah Muda

ANALISIS UNSUR INTRINSIK NOVEL BERJUDUL
“ DARAH MUDA ”


A. Tema
Tema novel ini adalah seorang dokter muda yang bernama Nurdin dan ingin segera bertemu dengan orangtuanya setelah 10tahun lamanya menuntut ilmu di sekolah dokter ( stovia ). Dalam perjalanannya ke kampong ia bertemu dengan seorang gadis yang mampu merubah sikapnya yang pendiam. Gadis itu bernama Rukmini. Nurdin dan Rukmini kini telah menjalin cinta. Namun, cinta mereka tidak direstui kedua orangtua Nurdin yang beranggapan bahwa Rukmini tidak sederajat dengan Nurdin yang seorang dokter dan dari keluarga terpandang. Hal ini terbukti dengan ibunya Nurdin yang terus-menerus berusaha memisahkan Nurdin dan Rukmini yang dibantu oleh Harun yang juga menaruh hati pada Rukmini. Namun usaha tersebut terjadi tidak begitu lama. Nurdin dan Rukmini tak ada bertemu kembali dan Nurdin pun membangun alasan untuk segera menjalin rumah tangga bersama Rukmini.

B. Alur
Alur dalam novel ini merupakan alur maju ( progresif ). Alur dimulai ketika “Nurdin” pulang kampong untuk menemui kedua orang tuanya di kota Padang. Dalam perjalanannya pulang dia bertemu tokoh “Rukmini”. Alur tersebut bergerak maju sehingga akhirnya Nurdin menyadari bahwa hubungannya yang putus dengan Rukmini tidak hanya perbuatan ibunya semata dan mendekati akhir pada saat Nurdin membaca buku harian Rukmini ia semakin yakin dengan kesetiaan gadis sunda itu dan tak ada alas an untuk menjalin rumah tangga dengan Rukmini.

C. Setting/Latar
Setting terjadi dibeberapa tempat sbb:
1. Di atas kapal yang akan menuju kota Bengkulu dan kota Padang.
2. Kota Betawi : Nurdin bekerja di CBZ, sebuah rumah sakit besar dan dipindah tugaskan ke Bukittinggi.
3. Kota Padang : Nurdin engan tidak sengaja bertemu kembali dengan Rukmini.

D. Penokohan
Dalam novel “Darah Muda” sifat-sifat tokohnya digambarrkan dngan metode dramatic, misalnya melalui percakapan antartokoh. Sifat-sifat para tokohnya sbb:
1. Nurdin :
» Mempunyai perasaan cinta yang sangat tulus
» Senagn dalam melaksanakan tugas-tugas
» Mudah dipengaruhi
» Mudah berputus asa

2. Rukmini :
» Setia
» Sederhana
» Baik hati






3. Harun :
» Suka menghasut
» Banyak melakukan kejahatan
» Melakukan tipu muslihat

E. Sudut pandang
Tehnik bercerita yang digunakan Adinegoro dalam novel “Darah Muda” ini adalah pengarang tidak turut serta dalam cerita. Hal ini ditunjukkan dengan pemakaian nama untuk tokoh utama.
Contoh:
Setelah 10tahun lamanya Nurdin menuntut ilmu disekolah dokter ( stovia). Akhirnya pemuda asal Minangkabau itu berhasil menyelesaikan dengan baik. Resmilah ia menjadi dokter.

F. Amanat
Novel “Darah Muda” mempunyai kaitan yang erat dengan kehidupan saat ini. Didalam kehidupan yang sebenarnya pasti seseorang akan berusaha mencari dan mendapatkan cinta sejatinya tanpa mempersoalkan suku, ras, dan derajat. Namun berpegang teguh pada kepercayaan dan keetiaan cinta sejatinya.

Malaria, Pusatnya di Kotaku Kaimana

MALARIA
Etiologi
Penyakit Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa dari genus Plasmodium. Masa tunas/inkubasi penyakit ini dapat beberapa hari sampai beberapa bulan.
Gejala Penyakit
Gejala klasik adalah : suatu parokisme yang terdiri dari 3 stadium, yaitu :
Mengigil 15 - 60 menit
Demam 2 - 6 jam
Timbul setelah penderita mengigil, demam biasanya suhu sekitar 37,5 - 40 derajat, pada penderita hiper parasitemia (> 5%) suhu meningkat sampai > 40 derajat celsius berlangsung
Berkeringat selama 2-4 jam, timbul setelah demam terjadi akibat gangguan metabolisme.

Cara Penularan
Penyakit Malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles yang mengandung parasit:
Plasmodium falciparum penyebab malaria tropika.
Plasmodium vivax penyebab penyakit malaria tertiana
Plasmodium malarie penyebab malaria quartiana
Plasmodium ovale jarang ditemukan di Indonesia
Ciri-ciri penyakit malaria adalah : sewaktu mengigit akan membentuk sudut sekitar 45 derjat.

Siklus Parasit Malaria
Ketika nyamuk anopheles betina (yang mengandung parasit malaria) menggigit manusia, akan keluar sporozoit dari kelenjar ludah nyamuk masuk ke dalam darah dan jaringan hati. Dalam siklus hidupnya parasit malaria membentuk stadium sizon jaringan dalam sel hati (stadium ekso-eritrositer). Setelah sel hati pecah, akan keluar merozoit/kriptozoit yang masuk ke erotrosit membentuk stadium sizon dalam eritrosit (stadium eritrositer). Disitu mulai bentuk troposit muda sampai sizon tua/matang sehingga eritrosit pecah dan keluar merozoit

Kewaspadaan Masyarakat
Bila masyarakat menjumpai anggota keluarga atau tetangga dilingkungan dengan gejala diatas segera dibawa ke Puskesmas untuk pemeriksaan darah tepi.

Pencegahan Penyakit
Pencegahan dilakukan dengan :
Pemberantasan Sarang Nyamuk yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk.
Pemberian ikan kepala pada tempat jentik nyamuk anopheles tinggal
Larvasasi tempat perindukan nyamuk anopheles.
Penggunaan kelambu
Menggunakan revelen sewaktu keluar / bekerja di luar rumah pada daerah endemis malaria.

Pengobatan
Pengobatan tergantung sensifitas dan jenis penyebabnya, dapat dipilih obat anti malaria yang paling tepat untuk setipa. Pengobatan terhadap penyakit ini terutama ditujukan untuk penderita malaria, masyarakat yang akan berangkat kedaerah endemis dan masyarakat yang datang dari daerah endemis.

Sistem Kewaspadaan Dini
Laporan penderita penyakit dari rumah sakit dikirim ke Puskesmas di wilayah penderita untuk dilakukan penyelidikan epidemiologi. Bila PE positif maka hal yang dilakukan adalah:
Spraying dilaksanakan pada kasus-kasus dengan PE positif, yaitu sekitar 20 rumah dari kasus indeks.
Daerah KLB/ wabah DBD.

Kanker Paru-Paru

Kanker Paru-paru.
- Kanker paru-paru adalah tumor berbahaya yang tumbuh di paru-paru.
- Sebagian besar kanker paru-paru berasal dari sel-sel di dalam paru-paru; tetapi kanker paru-paru bisa juga berasal dari kanker di bagian tubuh lainnya yang menyebar ke paru-paru.
- Kanker paru-paru merupakan kanker yang paling sering terjadi, baik pada pria maupun wanita.
- Kanker paru-paru juga merupakan penyebab utama dari kematian akibat kanker.

Jenis Kanker Paru-paru.
- Lebih dari 90% kanker paru-paru berawal dari bronki (saluran udara besar yang masuk ke paru-paru), kanker ini disebut karsinoma bronkogenik, yang terdiri dari :
- Karsinoma sel skuamosa.
- Karsinoma sel kecil atau karsinoma sel gandum.
- Karsinoma sel besar.Adenokarsinoma.
- Karsinoma sel alveolar berasal dari alveoli di dalam paru-paru. Kanker ini bisa merupakan pertumbuhan tunggal, tetapi seringkali menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru.
Tumor paru-paru yang lebih jarang terjadi adalah:
Adenoma (bisa ganas atau jinak)
Hamartoma kondromatous (jinak)
Sarkoma (ganas)
Limfoma merupakan kanker dari sistem getah bening, yang bisa berasal dari paru-paru atau merupakan penyebaran dari organ lain. Banyak kanker yang berasal dari tempat lain menyebar ke paru-paru. Biasanya kanker ini berasal dari payudara, usus besar, prostat, ginjal, tiroid, lambung, leher rahim, rektum, buah zakar, tulang dan kulit.
[sunting] Penyebab utama
Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% pada wanita. Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin besar resiko untuk menderita kanker paru-paru.
Hanya sebagian kecil kanker paru-paru (sekitar 10%-15% pada pria dan 5% pada wanita) yang disebabkan oleh zat yang ditemui atau terhirup di tempat bekerja. Bekerja dengan asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok.
Peranan polusi udara sebagai penyebab kanker paru-paru masih belum jelas. Beberapa kasus terjadi karena adanya pemaparan oleh gas radon di rumah tangga.
Kadang kanker paru (terutama adenokarsinoma dan karsinoma sel alveolar) terjadi pada orang yang paru-parunya telah memiliki jaringan parut karena penyakit paru-paru lainnya, seperti tuberkulosis dan fibrosis.